In Memoriam: Bapak Andi Sulistyono

Perjalanan hidup ini pada dasarnya adalah perjalanan seorang diri saja. Karena kita dilahirkan sendirian, lalu akan meninggal sendirian, dan dimintai pertanggungjawaban sendirian. Apabila di tengah-tengah perjalanan kita dipertemukan dengan keluarga (tentunya), saudara, kawan, atau bahkan lawan, itu adalah kehendak Allah SWT yang selalu, selalu bisa menjadi bekal di perjalanan hidup kita dari refleksi diri kita terhadap mereka. Ya, siapapun yang kita kenal selama hidup ini, sebetulnya adalah refleksi dari diri kita sendiri. Hanya saja bagaimana kita mengambil keputusan setelah melihat refleksi diri tersebut. Berintrospeksi kah? Atau hanya dianggap angin lalu. Pilihan yang paling bijaksana dan tepat adalah selalu mengambil hikmah dari setiap peristiwa, dari setiap keadaan, dan dari setiap orang yang dihadirkan Allah SWT dalam hidup kita.

Adalah sesosok pria yang dekat dengan saya di 6 tahun terakhir ini, yang akhirnya atas kehendak Allah SWT dipanggil kembali tanggal 28 Agustus 2021 yang lalu di usianya yang ke-63. Usia yang sama saat Rasulullah SAW mengakhiri tugasnya di bumi ini. Dari beliau saya banyak belajar tentang kesabaran, kegigihan, dan keistiqomahan dalam hidup dan beribadah. Berjuang dengan maksimal dan amanah dalam kondisi apapun hingga akhir hayatnya. Ramah pada semua orang dan punya jaringan pertemanan yang luas. Agaknya balasan karunia Allah SWT tidak cukup untuk ditampung olehnya di dunia ini. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunianya padanya di alam setelah ini. Semoga Allah menerima amal ibadahnya dan ridho atas perjuangannya di dunia ini.

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa’afihi, wa’fu’anhu.

Allahummaghfirlii Bapak Andi Sulistyono

Allahumma la tahrimna ajrohu walaa taftina ba’dohu waghfirlanaa walahuu

Allahumma Rabbana Ya Allah

Lapangkanlah barzahnya, mudahkanlah urusannya, ringankan bebannya, luaskan kuburnya, terangilah kuburnya, berikan ampunan demi ampunan atas segala kesalahan dan dosanya.

Angkat derajatnya Ya Allah, muliakanlah kehidupan barzahnya Ya Allah.

Tempatkan pada tempat yang lebih baik dari kehidupan dunianya bersama orang-orang yang terbaik yang Engkau muliakan.

Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim.

Berikan kekuatan pada keluarga yang ditinggalkan. Pada anak-anaknya, jadikan mereka sebagai anak-anak yang tidak bosan mengirimkan do’a demi do’a bagi kebaikan orang tuanya.

Ya Rabbana, anugerahkan keridoan dengan apapun yang Engkau tetapkan. Berikan anugerah kebaikan demi kebaikan sebagai pengganti atas ridonya dengan apapun yang Engkau hadirkan Ya Allah.

Ya Rahman Yaa Rahiim Yaa Mujibassa’iliin.

Jalan dari apartemen di Sudirman ke Kota Tua bersama almarhum, 1 Juni 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s