Cahaya di Pagi Hari

Pagi ini saya bangun telat. Sebenernya ga telat-telat amat sih, tapi pas ke masjid orang-orang udah selesai solat berjamaah. Masjid terdekat pun sudah di kunci. Bukannya mau nyalahin ayam, tapi kayanya ayam tetangga yang berkokok jam setengah 2 pagi bener-bener bikin saya susah tidur. Ceuk si Tejo mah, hayamna can dikalibrasi :))))
Alhasil, daripada pulang dan solat di rumah, saya bergegas menuju masjid lain yang lebih besar di RT tetangga. Di sana pun sebenernya udah sepi, tapi masih ada seseorang yang sedang berdzikir di mimbar. Beliau adalah guru ngaji saya sejak kecil. Sudah 2 tahun kami tidak bertemu. Setelah menyapa sebentar, saya kemudian menunaikan solat subuh. Setelah solat kami mengobrol cukup lama. Alhamdulillah, tidak sia-sia berusaha mencari masjid lain untuk solat subuh. Bertemu dengan beliau, saya pun mendapat beberapa nasihat tentang mendirikan solat dan selalu berserah diri kepada Allah. Dimanapun berada, jangan pernah lalai untuk mendirikan solat, bukan sekedar mengerjakan. Dan dimanapun berada hanya Allah lah tempat bergantung. Jangan takut menjelajahi tiap jengkal bumi, karena semuanya sama-sama bumi Allah. Di sanalah kita mencari rahmatnya.
Saya merasakan sharing ilmu dari beliau di pagi ini seolah menjadi salah satu cahaya yang menerangi jiwa saya. Terlebih masjid tersebut adalah tempat saya menimba ilmu dari guru-guru saya: bapa, beberapa sesepuh, dan guru ngaji saya itu. Alhamdulillah cahaya tersebut menambah kemantapan saya untuk merantau lagi menjelajahi bagian bumi yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s